5:52 pm - Thursday June 29, 2017

Kedepan, Bos Pendamping SMA/SMK Dihapus dari APBD Kudus

365 Viewed suarakudusfm88 Comments Off on Kedepan, Bos Pendamping SMA/SMK Dihapus dari APBD Kudus

Hasil gambar untuk ilustrasi BOS pendamping

Kudus, Radiosuarakudus.com – Pengalihan pengelolaan SMA/SMK ke Provinsi Jawa Tengah yang sudah dilakukan penandatangan nota kesepakatan pada Senin 26 September 2016 lalu secara sah sudah diserahterimakan. Dan, kedepannya, terkait bantuan operasional sekolah (BOS) Pendamping dari APBD Kudus tidak diberikan lagi.

Hal ini disampaikan langsung Bupati Kudus Musthofa, beberapa waktu lalu. Dikatakannya, kalau sudah diserahkan semua, maka sudah menjadi urusannya provinsi. Kabupaten Kudus tinggal konsentrasi untuk peningkatan mutu pendidikan SD dan SMP.

Dia juga yakin pendidikan SMA/SMK makin baik karena dibawahi langsung Provinsi Jawa Tengah, bantuan-bantuan juga langsung ke sekolah tanpa melalui kabupaten.

Dia juga menambahkan, penandatanganan nota kesepakatan serah terima aset dan segala macamnya ke Provinsi Jawa Tengah dihadiri Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus dan tim dari Personil, Peralatan, Pembiayaan dan Dokumen (P3D).

Dia berharap dari segi bantuan dan fasilitas untuk SMA/SMK lebih baik. Namun, kabupaten tidak serta merta mengabaikan, tetap ada perhatiannya cuma tidak bisa turun tangan langsung. Yang terpenting lanjut dia, mutu pendidikan di Kudus semakin baik.

Ditempat terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Hartono mengatakan, dari bidang pendidikan menengah (Dikmen) yang masuk P3D yakni tata usaha (TU)/staf, pengawas SMA yang berjumlah dua dan SMK berjumlah tiga, kemudian kepala sekolah serta guru baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru tidak tetap (GTT).

Sedangkan selebihnya, yang tidak masuk P3D tetap dibawah wewenang Kabupaten Kudus seperti kasi Kurikulum dan lainnya. Khusus GTT yang bisa masuk P3D ada kriteria tertentu sesuai juknis, dan yang pasti ada SK GTT. (Roy – RSK)

Don't miss the stories followRadio Suara Kudus and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Selama 2016 DBD di Kudus Mencapai 701 Kasus 28 Orang Meninggal

Waspada Zika Jamaah Haji Kudus Harus Pro Aktif Periksakan Diri Ke Dokter

Related posts
Comments are closed