5:55 pm - Thursday June 29, 2017

Pedagang Burung Mengeluh Sepi

507 Viewed suarakudusfm88 Comments Off on Pedagang Burung Mengeluh Sepi

Sarbo Kudus

Kudus, radiosuarakudus.com-Ratusan pedagang burung di pasar hewan Jati mengeluh sepi, sejak kepindahan mereka dari pasar Wergu pada januari 2016 lalu.

Menurut salah seoramg pedagang burung dipasar tersebut, Sarpan (55 tahun) warga desa Bakalan Krapyak kecamatan Kaliwungu, Jum’ at 30 September 2016, bila dibanding saat masih berjualan di pasar Wergu memang jauh berbeda.

Dulu kata Sarpan, saat masih di pasar Wergu mampu menjual minim per minggu dua ekor burung. Namun saat dilokasi yang baru ini, satu bulan saja tidak mesti laku dagangan burungnya. Sarpan mengaku memiliki sekitar 150 ekor burung ocehan yang diletakkan di tiga kios miliknya di pasar hewan ini.

Padahal untuk membeli pakan burung peliharaanya ini per lima hari harus merogoh kocek sebear Rp. 107.500. Belum lagi untuk membeli pisang satu tandan seharga Rp. 100. 000 yang seminggu sekali diberikan kepada burung peliharaannya itu.

Dikatakannya, harga burung ocehannya ini dijual rata – rata Rp. 200. 000 per ekor. Ditambahkannya, dia menjadi pedagang burung ini sudah 15 tahun. Dan bila kondisi sepi seperti sekarang ini, dia mengaku ada pekerjaan lain selain berdagang burung ocehan.

Yakni menjual ayam di pasar Wergu dan setelah itu merawat burung ocehannya di pasar hewan Jati. Dikatakan oleh Sarpan, para pedagang di pasar hewan ini ditarik bea sebesar Rp. 2.000 per kios per hari. Selain itu, untuk jaga malam per pedagang ditarik Rp. 6.000 per lima hari.

Belum lagi kata dia, bila nanti pasar sudah ramai tentunya banyak para pengamen dan pengemis yang datang. Diakui oleh sarpan, tempat yang sekarang ini memang lebih representatif, namun banyak pelangganya yang mengeluhkan jauhnya lokasi pasar hewan ini dari rumahnya.

Sementara itu kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus, Sudiharti menanggapi keluhan para pedagang mengatakan, saat ini memang di pasar hewan lagi tengah dilakukan pembenahan seperti pembangunan saluran air.

Sehingga kegiatan tersebut dianggap mengganggu pembeli, dia memaklumi hal itu. Tap kata Sudiharti, bila nanti pembangunan saluran air itu selesai, tentunya akan mulai ramai lagi.(Roy-RSK)

Don't miss the stories followRadio Suara Kudus and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

JALUR DUA ARAH JALAN JEDERAL SUDIRMAN MASIH RAMAI DARI ARAH BARAT

Beberapa Pedagang Burung Masih Ada Yang Berada Di Pasar Wergu

Related posts
Comments are closed