BUPATI KUDUS AJAK SISWA SMK UNTUK MANDIRI

Siswa SMK harus mempersiapkan diri dan siap dalam menghadapi tantangan masa depan. Jangan takut untuk meraih mimpi walaupun harus mengejarnya sampai ke luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kudus, H. Musthofa saat membuka secara resmi acara Pendidikan Karakter Siswa yang diselenggarakan oleh Djarum Bakti Pendidikan bertempat di gedung JHK (11/2).
Sebagai siswa SMK, menurutnya, mempunyai keuntungan untuk dapat menentukan pilihan masa depannya. “Apakah melanjutkan pendidikan, ataupun masuk ke dunia kerja. Kalaupun bekerja, akan kemana? Banyak
pilihan yang bisa kita raih dan acara ini akan membuka pandangan kita bahwa seringkali pilihan terbaik adalah justru yang mengharuskan kita jauh dari tempat asal kita, jauh dari orang tua kita. Untuk itu, dari sekarang kita harus menyiapkan diri baik secara kompetensi maupun mental, agar pada saatnya nanti kita sudah siap mengambil keputusan,” ujarnya kepada sekitar 1500 siswa SMK dan para orangtua yang ikut hadir dalam acara tersebut. Dirinya juga ikut berpesan agar sebagai orang tua, harus bijaksana dalam ikut menentukan masa depan putra putrinya. “Jangan hanya karena ingin selalu dekat dengan anak, tidak boleh kemana-mana. Padahal sang anak mendapatkan tawaran bekerja di luar kota yang bagus untuk masa depannya,” katanya.
Sementara itu, menurut Kepala Disdikpora, Drs. Sujatmiko, MPd., hal ini merupakan tindak lanjut dari program wajib belajar 12 tahun yang telah berjalan dengan baik. “Kalau kemarin kita bersama-sama concern pada bagaimana agar jangan sampai ada anak putus sekolah, maka kali ini kita mulai memikirkan apa yang akan dilakukan setelah siswa telah menyelesaikan sekolahnya,” jelasnya. Menurutnya, salah satu jalan agar siswa SMK dapat bersaing di dunia kerja adalah dengan meningkatkan kompetensinya dengan berbagai pelatihan yang diberikan. “Namun, konsekuensinya adalah harus berani melangkah ke luar kota bahkan ke luar negeri sekalipun. Maka acara ini sangat tepat untuk membuka wawasan bagi siswa dan orang tua akan berbagai kemungkinan dalam meraih masa depan,” terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa jika siswa mampu mengasah ketrampilan dan pengetahuannya, maka hal itu akan sangat berguna bagi bekal untuk masuk ke dunia kerja maupun bekerja secara mandiri. “Apapun itu, maka dengan sendirinya, kita ikut mendorong agar mereka mampu untuk hidup mandiri tanpa tergantung orang tua lagi. Dengan begitu, maka tingkat pengangguran akan sangat berkurang dan akhirnya dunia pendidikan di Kudus mampu ikut berperan serta dalam mewujudkan masyarakat Kudus yang sejahtera,” katanya. 
Acara yang bertajuk Pencerahan untuk siswa/ siswi SMK Negeri/swasta Kab. Kudus ini dibawakan oleh Marlock seorang motivator yang juga adalah koordinator lapangan dari FP3MKI (Forum Peduli Pendidikan
Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia). Acara ini sendiri direncanakan akan berlangsung tiga hari dari tanggal 11 hingga 13 Februari mendatang, dimana sehari terbagi menjadi dua sesi yang masing-masing sesi diikuti oleh sekitar 1500 siswa dan orangtua siswa. (Erwin Humas)

You may also like...

Tinggalkan Balasan