Bupati Kudus Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Longsor

Radiosuarakudus.com – Bencana longsor yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Kudus, langsung direspon oleh Bupati. Tak ingin hanya menerima laporan, Minggu (19/1) kemarin, bupati langsung terjun ke lapangan untuk meninjau rumah warga yang rusak diterjang longsor, di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog. Didampingi Sekretaris Daerah Noor Yasin, Asisten III Budi Rahmat, Kepala BPBD Jumadi, Camat Gebog serta sejumlah pejabat lainnya, bupati melihat langsung rumah milik Muhaimin, di RT 5/RW 5 yang sebagian bangunannya hancur tertimpa longsoran tanah.
Dalam kesempatan tersebut bupati tak segan mengucapkan rasa simpati kepada pemilik rumah. ”Saya berharap agar yang tertimpa musibah agar sabar,” kata bupati. Tak sekedar mengucapkan rasa simpati, bupati tak segan melihat dari dekat upaya kerja bakti yang dilakukan warga untuk membersihkan puing reruntuhan rumah dan tanah yang ada. dalam kesempatan tersebut, bupati juga memuji kepedulian warga untuk langsung membantu tetangganya yang tertimpa kesusahan. ”Ini sungguh menggembirakan saya ketika tanpa dikomando, warga dan aparat desa langsung tergerak untuk membantu saudaranya yang kesusahan,” kata bupati.
Rumah Muhaimin adalah salah satu dari sekian rumah yang hancur tertimpa bencana longsor. Longsor terjadi pada Minggu (19/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun tembok belakang rumah Muhaimin harus jebol tertimpa reruntuhan tebing.
Disinggung mengenai langkah yang dilakukan pemkab terkait bencana yang terjadi, bupati menyatakan untuk menangani bencana longsor, semua pihak seperti pemerintah kabupaten, kecamatan maupun desa harus secepatnya bergandengan tangan untuk melakukan penanganan kondisi darurat.
Selain itu, pemkab juga telah menyediakan anggaran bencana sebesar Rp 3 miliar dalam APBD 2014 yang dapat dipergunakan untuk membantu korban dalam memperbaiki infrastruktur. ”Bagi warga yang rumahnya berada di kawasan pegunungan, tentunya harus ekstra waspada. Selain itu, warga juga harus aktif menjaga lingkungan seperti tidak menebangi pohon secara sembarangan,” tandasnya.
Selain longsor, bupati juga menyinggung bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Mejobo. Menurut bupati, pihaknya sudah memerintahkan setiap camat untuk melakukan gerakan pembersihan sungai dan saluran drainase di wilayahnya masing-masing. ”Secara geografis, seharusnya sungai maupun saluran yang ada di Kudus masih mampu menampung debit air baik dari hujan maupun yang turun dari kawasan pegunungan Muria,” ujarnya.
Hanya saja, karena banyaknya sungai maupun drainase yang dangkal akibat timbunan sampah, serta ditanaminya DAS dengan pepohonan membuat alur sungai menjadi menyempit dan membuat air limpas ke pemukiman warga. ”Untuk itu, di setiap wilayah dengan dipimpin camat, harus mulai dilakukan gerakan pembersihan sungai dan saluran. Tidak hanya pada musim hujan saja, tapi juga pada musim kemarau,” tandasnya. (Humas)

You may also like...

Tinggalkan Balasan