GURU BAHASA INDONESIA DIBEKALI CARA PENYUSUNAN JURNAL ILMIAH

Kudus – Menjadi guru tidak hanya mengajar tapi juga meningkatan mutu. Salah satunya pengembangan diri dengan menulis jurnal ilmiah. Dalam hal ini, ada beberapa guru yang masih merasa kesulitan dalam membuatnya. Seperti yang dilakukan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP/MTs dan SMA/SMK yang menggelar workshop penulisan dan manajemen jurnal ilmiah di SMA 1 Bae, serta mendatangkan narasumber yang berpengalaman.
Menurut Ketua Penyelenggara Workshop, Eko Nur Budi, Senin 28 Oktober 2013, guru di Kudus masih minim dalam membuat jurnal. Mereka masih merasa kesulitan dalam pembuatannya. Dengan adanya workshop ini pengetahuan mereka terkait dengan penulisan jurnal ilmiah bisa terbantu. Dijelaskannya, peserta yang ikut workshop ini kurang lebih 89 orang, dan masing-masing sekolah mengirimkan dua wakilnya. Kegiatan ini sebenarnya untuk membantu pengembangan profesi guru sehingga lebih baik lagi. Dia juga menambahkan kegiatan ini membekali guru dalam menulis ilmiah. 
Selain itu, guru diminta untuk membuat implementasi dengan menerbitkan jurnal setelah melakukan tindakan di kelas. Dikatakannya, setelah workshop tidak terus selesai, tapi peserta diminta membuat jurnal dan dilakukan pembinaan selama tiga minggu. Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Semarang. Menurutnya, penulisan jurnal ilmiah harus berstandar ISSN. Karena penulisan jurnal ilmiah memang tidak sembarang, jadi benar-benar dilakukan dengan baik. Maka, perlu dilakukan pembinaan penulisan yang sesuai dan diajari pula teknik penyusunannya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan