HASIL SURVEI ISI, KONDISI KUDUS BURUK DAN GOLPUT MENGANCAM

INFO SEPUTAR KUDUS, JUM’AT 25 JANUARI 2013

Dari hasil survei Indonesian Survey Institute (ISI), sebanyak 40% responden mengatakan kondisi Kudus saat ini buruk dan 31% responden mengatakan sedang, 22% responden mengatakan baik dan 7% responden mengatakan amat buruk.

Hal itu dikatakan Direktur ISI, Muhammad Junaidi dalam jumpa pers di rumah makan Citra Muria, Jum’at 25 Januari 2013.

Ditambahkannya, hasil survei itu dilakukan kepada 400 responden dari kalangan akademisi, karyawan, buruh, ibu rumah tangga, pegawai dan pelajar serta pedagang. Sedangkan untuk pertanyaan terkait akan digelarnya pilkada, 87% responden mengaku tahu dan 13% menjawab tidak tahu.

Kemudain terkait pertanyaan apakah pilkada penting bagi Kudus kedepan, sebanyak 55% responden menjawab tidak penting, lalu 36% menjawab penting dan 9% responden menjawab tidak tahu. Inilah yang dapat memicu tingginya golput dalam pilkada nanti.
Sedangkan untuk pertanyaan terkait calon pemimpin yang layak memimpin Kudus nantinya, 40% responden menginginkan calon yang agamis, 22% responden memilih calon yang aspiratif, 19% memilih calon yang berpengalaman, 9% calon yang berjiwa sosial dan 10% lain – lain.

Lalu untuk pertanyaan mengenai kepuasan kepemimpinan Kudus yang sekarang, sebanyak 55% responden menjawab tidak puas, 39% responden menjawab puas dan 6% nya menjawan tidak tahu.

Sementara untuk pilkada Kudus yang akan datang, para responden masih memilih Musthofa (incumbent) dan Abdul Hamid sebanyak 31%, kemudian 26% memilih Noor Iza dan Syafiq Nashan, lalu 21% responden memilih HM.Tamzil dan Agus Darmawan, lalu 12% memilih Budiono dan Khumaidah serta 6% memilih Badri Hutomo dan Nooryanto sedang 4% memilih Joko Pitoyo dan Erdi Nurkito.

Ditegaskan oleh Junaidi, hasil survei ini dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan pihaknya siap apabila ada elemen atau lembaga lain yang ingin berdiskusi terkait hasil survei ini.

Dijelaskannya, survei yang dilakukan ini karena sebentar lagi Kudus akan melaksanakan pilkada bupati. Dan selama ini, survei pilkada hanya dilakukan di kota – kota besar ataupun propinsi.

You may also like...

Tinggalkan Balasan