JEMBATAN DI DESA KESAMBI PENGHAMBAT SAMPAH DI KALI PIJI

Wilayah Desa Kesambi Kecamatan Mejobo seringkali terjadi banjir akibat limpasan Kali Piji yang melintasi wilayah desa itu. Selasa malam lalu, 22 Januari 2013, satu titik tanggul di desa tersebut jebol 10 meter akibat tidak mampu menampung debit air Kali Piji yang melimpas.

Selain itu, kondisi jembatan yang ada di desa tersebut berperan dalam menghambat laju sampah di Kali Piji. Pasalnya, jembatan – jembatan yang ada di desa itu memakai tiang penyangga dibagian tengahnya. Bahkan tiang penyengganya, rata – rata ada dua buah. Padahal sungai tersebut tidak begitu lebar.
Salah seorang perangkat Desa Kesambi, Asrukin mengatakan, jembatan – jembatan tersebut dibuat dari hasil swadaya masyarakat. Ketika dibangun, warga berharap jembatan tersebut kuat saat dilintasi oleh truk milik warga.
Ditegaskannya, bila memang jembatan yang bertiang tersebut dianggap sebagai penghambat sampah di Kali Piji, bila memang mau dibongkar, siapa yang akan bertanggung jawab.
Dia tidak mempermasalahkan, bila memang jembatan- jembatan itu dibongkar, dan dibangun kembali tanpa menggunakan tiang penyangga. Namun biaya harus ditanggung oleh pemkab.
Sementara itu perangkat desa yang lain, Sulikan mengatakan, di desanya terdapat 8 jembatan yang memakai tiang penyangga dibagian tengahnya. Dan memang jembatan – jembatan itu merupakan swadaya dari masyarakat sendiri.
Salah seorang warga, Badri (60 tahun) warga Rt. 01 Rw 7 mengatakan, dulu arus Kali Piji selalu lancar dan tidak pernah terhambat oleh masalah sampah. Namun seiring jaman, sekarang Kali Piji selalu melimpas karena aliran airnya terhambat oleh sampah yang menyangkut ditiang jembatan.
Dia setuju, bila satu tiang saja yang disisakan, agar sampah di Kali Piji tidak tersangkut, sehingga arus air menjadi lancar. Namun tentunya, hal itu juga membutuhkan biaya. Bila hal itu dibebankan kepada masyarakat, tentunya masyarakat akan keberatan.(Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan