KBM di MI NU Basyirul Anam Dimulai Rabu

 

Ilustrasi Belajar Mengajar

Ilustrasi Belajar Mengajar

Radiosuarakudus.com – Akibat banjir besar yang melanda Kudus, membuat semua aspek kehidupan masyarakat menjadi terganggu. Bahkan pendidikan disekolahpun ikut terganggu juga, karena banyak sekolah yang terendam banjir khususnya didaerah cekungan.

Meski banjir dibeberapa tempat telah surut, namun untuk wilayah cekungan menunggu cukup lama agar air benar – benar surut. Seperti halnya di MI NU Basyirul Anam turut Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, sampai kini masih ada kelas yang terendam air setinggi 1 meter di dua ruang kelas, yakni kelas 1 dan 2. Sedangkan kelas lain kecuali kelas 6 masih terendam air meski hanya sebatas tumit.

Menurut Kepala MI NU Basyirul Anam, Hayatin Nikmah, Selasa 14 Pebruari 2014, sekolahnya mulai terendam banjir sejak tanggal 20 Januari. Saat itu, anak – anak dipulangkan lebih awal. Akibat banjir tersebut, sekolahnya terpaksa meliburkan siswa – siswanya cukup lama.

Namun khusus untuk kelas 6, sejak tanggal 3 Pebruari lalu kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dirumah guru yang tidak kebanjiran. Sedangkan untuk KBM bagi kelas 3 sampai kelas 5 akan dimulai Rabu 12 Pebruari 2014. Sementara untuk kelas 1 dan 2 masih diliburkan, karena ruangan kelas masih terendam air.

Diakui oleh Hayatin, akibat banjir ini ada satu perangkat computer yang rusak serta administarsi guru tidak dapat diselamatkan karena ruang kantor guru saat itu terendam banjir setinggi 50 cm. Untuk jumlah kerugian, Hayatin mengakui belum menghitungnya.Jumlah siswa siswi di MI tersebut sebanyak 150 anak, mereka berasal dari Desa Tanjungkali Kecamatan Karanganyar Demak serta dari Dukuh Gendok, Dukuh Mbarisan serta Dukuh Tanggulangin Desa Jati Wetan Kudus. Wilayah tersebut merupakan daerah langganan banjir.

You may also like...

Tinggalkan Balasan