KUDUS POTENSIAL LELE

Kudus merupakan salah satu wilayah dengan jumlah produksi perikanan lele yang cukup besar. Pemanfaatan lele selama ini masih cukup terbatas. Terutama untuk lele yang berukuran besar masih belum banyak dimanfaatkan. Lele dengan ukuran besar ini biasanya diperuntukkan pembenihan sebagai indukan.
Lele dengan ukuran lebih dari setengah kilogram sudah termasuk kategori afkir. Daging lele kurang sedap jika diolah sebagai lauk. Untuk itu, pemanfaatan lebih banyak dimanfaatkan olahan kering. Seperti abon, krispi lele, tic-tic hingga rollade dan otak-otak.
Terkait hal itu, Selasa 26 Juni 2012, di Kantor Bidang Perikanan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus diadakan pelatihan beragam produk lele. Pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas bekerjasama dnegan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan perikanan ini diikuti oleh petani, pembibit dan pembesar lele.
Menurut Dwi Suryaningrum salah satu peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, potensi Kudus sebagai penghasil lele sangat besar, sayang jika hasilnya tidak bisa dimanfaatkan secara optimal terutama lele yang afkir dengan bobot mencapai tiga kilogram.
 Dia menjelaskan pemanfaatan lele bisa seluruhnya dipakai mulai pemanfaatan daging, kulit, hingga sirip dan tulang ikan. Dia menjelaskan beragam olahan yang menarik bisa dibuat dari ikan lele. Lele yang digunakan untuk olahan diprioritaskan lele dengan ukuran yang paling besar. Hal ini disebabkan lele dengan ukuran delapan hingga sepuluh per kilogram lebih baik dikonsumsi.
Dwi menjelaskan pelatihan yang diselenggarakan dengan memberikan delapan materi. Mulai dari materi pembuatan abon lele, krispi kulit, krispi dagong lele, tic-tic tulang lele, bakso lele, rollade, otak-otak dan siomay. Jenis olahan otak-otak lele dan siomay paling banyak diminati. Jenis olahan otak-otak paling banyak disukai anak-anak sedangkan industri dagang lebih banyak berminat pada siomay.
Dwi juga menjelaskan produk paling baik merupakan olehan kering yang mengurangi kadar air. Pengolahan dilakukan dengan pengemasan dan pelabelan yang  baik. Sehingga nantinya bisa didistribusikan ke tampat oleh-oleh dengan peningkatan nilai jual.

You may also like...

Tinggalkan Balasan