MEJA KURSI BANTUAN DJARUM FOUNDATION DISERAHKAN

Bertempat di SD Unggulan Muslimat NU Kelurahan Wergu Wetan Kecamatan Kota, Senin 8 Oktober 2012, Bupati Kudus Musthofa atas nama Pemkab Kudus mulai mendistribusikan bantuan meja dan kursi dari bahan rotan yang merupakan bantuan dari Djarum Foundation.

Menurut Bupati Kudus Musthofa, di temui usai penyerahan bantuan meja dan kursi di SD Unggulan Muslimat NU, jumlah meja dan kursi yang diberikan sebanyak 56 unit. Sedangkan sekolah lain yang membutuhkan sarana dan prasarana tersebut, masih didata oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus.

Nantinya, kata Musthofa terdapat beberapa kriteria sekolah yang bisa mendapatkan meja dan kursi yang merupakan hibah dari Djarum Foundation ini. Menurut rencana, Djarum Foundtion akan membantu 1.500 unit meja dan kursi dari bahan rotan untuk mendukung sarana belajar mengajar siswa di Kudus.

Pada kesempatan tersebut, Musthofa menyambut positif hadirnya SD unggulan karena pemkab juga sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kudus. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus Sujdatmiko mengungkapkan, sekolah lain yang akan mendapatkan bantuan mebel serupa masih dalam proses inventarisasi.

Nantinya, kata dia, sekolah yang memenuhi kriteria yang dipersyaratkan akan mendapatkan bantuan meja dan kursi yang membentuk satu rangkaian tersebut. Beberapa kriteria yang dipersyaratkan, yakni memiliki jumlah ruangan yang memadai serta didukung jumlah murid yang memadai pula.

Sarana dan prasarana belajar-mengajar siswa tersebut, tergolong model baru yang merupakan bantuan dari Djarum Foundation. Selain menyerahkan bantuan meja dan kursi, Bupati Kudus Musthofa juga menyerahkan surat izin operasional SD Unggulan Muslimat NU Kudus yang diterima Ketua Cabang Muslimat NU Kudus Kumaidah Khamim, sedangkan yang menerima bantuan meja dan kursi adalah Kepala SD Unggulan Muslimat NU Kudus Slamet Saifudin.

Penyerahan meja dan kursi tersebut, juga disaksikan perwakilan dari Djarum Foundation. Kumaidah mengakui, SD Unggulan Muslimat NU memang masih membutuhkan bantuan sarana dan prasarana, seperti meja dan kursi karena baru beroperasi selama dua tahun.

Pada tahun pertama, katanya, jumlah siswa yang diterima sebanyak 40 siswa dari 56 pendaftar, sedangkan tahun kedua sebanyak 95 siswa dari 145 pendaftar.

Dari jumlah total siswa kelas satu dan dua yang mencapai 135 murid, yang terbagi menjadi lima ruang, sehingga butuh meja dan kursi dalam jumlah yang banyak. Ia berharap, pemkab juga memperbaiki jalan yang melintasi SD setempat karena mengalami kerusakan. (Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan