OBYEK SURVEI KHL MENJADI 60 KOMPONEN


Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kudus pada 2013 ditargetkan mencapai 100 persen dari kebutuhan hidup layak (KHL). Apalagi, besarnya UMK 2012 sudah mencapai 99,93 persen dari nilai KHL sebesar Rp. 889.600.
 Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus Budi Rakhmat, Selasa 28 Agustus 2012.
 Dijelaskannya, untuk penentuan nilai KHL, saat ini masih dalam proses survei KHL yang melibatkan pemerintah, akademisi, perwakilan pengusaha dan perwakilan pekerja. Survei KHL dimulai sejak awal 2012 hingga September 2012 dengan melakukan survei 46 komponen yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pekerja. 
Berdasarkan aturan yang baru, jumlah komponen yang akan menjadi objek survei KHL mencapai 60 komponen.Tetapi ketentuan yang baru tersebut diperkirakan baru diberlakukan untuk penentuan UMK 2014 dengan survei KHL pada 2013.
Khusus untuk survei KHL bulan Agustus 2012, terpaksa ditiadakan karena perkembangan harga jualnya tidak bisa dijadikan patokan karena bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan dan Lebaran.
Ditambahkan oleh Budi Rakhmat, nilai KHL merupakan salah satu komponen untuk merekomendasikan besarnya UMK ke Bupati Kudus. Komponen pendukung lainnya, yakni tingkat inflasi, usaha marginal dan produksitivitas usaha, serta pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, terdapat salah satu komponen survei KHL yang masih menjadi perdebatan, yakni soal harga sewa kamar. Dari kalangan pengusaha menginginkan harga sewa kamar per bulan sebesar Rp. 60.000, sedangkan pekerja menginginkan besarnya sewa kamar sebesar Rp.150.000 per bulan.
Meskipun terjadi perdebatan, harapannya, penentuan UMK Kudus 2013 berlangsung lancar dan ada kesepakatan besarnya UMK nantinya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan