PERTAMINA LANCARKAN OP GAS ELPIJI KEMBALI

Kudus – Pertamina bersama Hiswana Migas Kudus, Sabtu 23 Pebruari 2013 melancarkan operasi pasar (OP) kembali. Kali ini sasaran OP adalah sepanjang jalan Mejobo, Bulungcangkring Kecamatan Jekulo dan Desa Megawon Kecamatan Jati.

Menurut Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Sofyan Dhuhri, OP ini dilakukan untuk memberikan distribusi kepada masyarakat akan kebutuhan gas elpiji 3 kg. Dengan sasaran OP adalah Desa Bulungcangkring dan Desa Megawon.
Jumlah tabung gas 3 kg yang dialokasikan untuk OP ini sebanyak 1 LO (560 tabung). Dijelaskannya, ketika di Desa Bulungcangkring penjualan mencapai sebanyak 240 tabung, kemudian sisanya dijual kepada masyarakat Desa Megawon. Harga per tabung sebesar Rp. 13.000.
Ditambahkan, di Desa Bulungcangkring selain harga yang tinggi antara Rp. 16. 000 – Rp. 17.000 per tabung, barangnya juga sulit dicari oleh masyarakat. Sementara untuk di Desa Megawon, karena kondisi cuaca sehingga masyarakat langsung kurang beminat.
Akhirnya, melalui penyisiran untuk warung – warung yang kosong stok barangnya dan tidak ada stok langsung dari pangkalan, mereka diberikan tabung dengan jumlah yang bervariasi. Intinya lanjut Sofyan, masyarakat tidak kesulitan dalam mencari tabung gas elpiji 3 kg
Dengan kondisi ini, kemungkinan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pembinaan kepada para pangkalan besar. Karena dari hasil sidak dilapangan, permainan harga dilakukan oleh para pengecer dengan seenaknya.
Sementara itu, salah seorang pemilik warung, Samian warga Desa Megawon mengaku kesulitan untuk kulakan tabung gas elpiji ini. Selama ini warungnya sering didatangi dan disetori 20 tabung.
Dalam seminggu, dua kali warungnya disetori. Namun sekarang tidak ada yang menyetori sama sekali. Padahal para tetangga seringkali menanyakannya. Akhirnya dia membeli dari warung lain untuk dijual lagi, tentunya dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp. 16.000 per tabung.
Lalu dia menjual lagi dengan harga Rp. 17.000 per tabung. Samian mengaku pernah datang langsung ke pangkalan untuk kulakan, namun ditolak karena dia bukan pelanggan tetapnya. (Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan