PRODUKSI GULA TEBU PG. RENDENG MENGALAMI KENAIKAN SECARA SIGNIFIKAN

Pabrik Gula (PG) Rendeng, hingga September 2012 berhasil memproduksi gula kristal putih sebanyak 179.689 kuintal atau 77,83 persen dari target sebanyak 230.877 kuintal. Puluhan ribu kuintal gula tersebut diproduksi selama 117 hari dari rencana musim giling tahun ini, yang berlangsung selama 145 hari.

Hal itu dikatakan Administrator PG Rendeng Kudus, Teguh Agung Tri Nugroho, Jumat 21 September 2012. Produksi gula pada musim giling tahun ini dimulai sejak 22 Mei 2012 dengan jangka waktu musim giling selama 145 hari mendatang.

Ia mengungkapkan, akan berupaya maksimal memenuhi target produksi gula selama musim giling tahun ini, mengingat masih ada kesempatan selama 28 hari. Pada musim giling tahun ini, produktivitas tanaman tebu mengalami perbaikan, karena setiap hektarenya bisa menghasilkan 628 kuintal tebu.

Sedangkan target setiap hektarenya bisa menghasilkan tebu sebanyak 600 kuintal. Sementara pada musim giling sebelumnya, setiap hektare lahan tanaman tebu hanya menghasilkan 522 kuintal tebu.

Untuk tingkat rendemen gula juga mengalami peningkatan karena rata-rata per hari bisa mencapai 7,15 atau melampaui target sebesar 6,5. Tingkat rendemen tertinggi, mencapai 8,05 pada saat proses giling memasuki hari giling ke-99.

Pada awal musim giling, tingkat rendemennya masih dibawah target karena baru mencapai 6,2% Tahun lalu rendemen hanya 6,08. Sedangkan jumlah tebu petani yang terserap hingga memasuki hari ke-117 mencapai 2,6 juta kuintal atau 73,45 persen dari target sebanyak 3,54 juta kuintal.

Penyerapan tebu tersebut, mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding musim giling tahun lalu yang hanya mampu menyerap 1,9 juta kuintal tebu. Adapun kapasitas produksi setiap harinya, mencapai 24.500 kuintal tebu atau setara 400 truk per hari. Bahan baku tebu berasal dari Kabupaten Demak, Kudus, Jepara, Pati, Blora, dan Rembang dengan target luas areal tanaman tebu sekitar 6.000 hektare.

Keberhasilan PG Rendeng dalam meningkatkan serapan tebu petani, salah satunya karena kesiapan mesin produksi serta adanya peralatan penunjang lainnya, seperti kehadiran alat Analisa Rendemen Individu (ARI). Untuk mendukung transparansi perhitungan rendemen. Dengan kehadiran alat tersebut, petani maupun semua pihak bisa mengecek tingkat rendemen tebunya lewat layar monitor yang akan disediakan di tempat tertentu. (Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan