Sebagian Besar Konstruksi Beton Kudus Plaza Masih Aman

Kudus, Radiosuarakudus.com- Kontruksi beton pada bangunan Kudus Plaza atau Matahari Departemen Store (MDS) yang sempat terbakar beberapa waktu lalu, dinilai 60 persen masih aman untuk digunakan. Hal itu berdasarkan hasil dari uji beton atau hammer test yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pada Jumat 8 Maret 2018 lalu.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wisnu Aragani, Senin 19 Maret 2018 mengatakan, uji beton tersebut dilakukan dengan mengambil 20 sampel beton. Setiap satu sampel yakni meliputi 12 titik yang bisa dilakukan pengujian di laboratorium.

Hasilnya kata dia bervariasi, dari 20 sampel yang dilakukan tes ada yang masuk dan ada yang tidak. Namun, sebagian besar dalam kategori aman.

Dalam uji beton tersebut, lanjut Wisnu, pihaknya berasumsi bahwa bangunan itu menggunakan beton K225 atau setara 225 kilogram per sentimeter persegi. Sebab, ukuran tersebut merupakan standar bangunan pada saat pertama kali didirikan beberapa tahun lalu dengan tingkat keamanan 20-30 tahun digunakan. Namun, sebenarnya pihaknya masih membutuhkan data pelengkap dari manajemen MDS terkait desain awal bangunan tersebut.

Diterangkannya, meski struktur beton pada bangunan lantai tiga tersebut dinilai 60 persen masih aman. Namun, ada beberapa bagian yang harus dilakukan perbaikan serta penguatan. Diantaranya yakni bagian tangga dan kolom yang melengkung, serta bagian lainnya.

Dikatakan oleh Wisnu, secara umum bangunan itu ada dua opsi, yakni bisa dilakukan rehabilitasi atau rekontruksi. Jika direhab harus mempertankan bagian-bagian yang penting, sedangkan rekontruksi harus dibongkar total. Pihkanya menyerahkan keputusan itu kepada Pemkab. Namun, secara estimasi waktu sama- sama butuh waktu yang lama.

Terpisah, Kepala Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono menyampaikan, pihaknya belum bisa memutuskan apakah bangunan tersebut hanya direhap atau direkontruksi. Sebab, masih ada tahap lain yang harus dilakukan. Yakni uji besi serta menunggu hasil uji laboratorium forensik dari pihak kepolisian.

Eko berharap agar konstruksi  Kudus Plaza bisa difungsikan tanpa harus dibongkar total. Agar tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dari APBD. Sebab, akibat kebakaran tersebut kerugian yang dialami mencapai Rp 22,6 miliar. Sedangkan nilai Klaim asuransi hanya sebesar Rp 9 miliar. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.