Bantuan Logistik Diprioritaskan Untuk Warga Tidak Mampu

Bantuan Banjir Sido Muncul

Bupati Kudus H Mustofa bersama dengan perwakilan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, saat memberikan bantuan kepada korban banjir di Kudus.

Kudus, Radiosuarakudus.com – Penyaluran pemberian bantuan logistik kepada para korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Kudus pada beberapa minggu lalu, hingga kini masih terus digulirkan dan disalurkan kepada para korban bencana.

Namun, penyaluran bantuan pasca bencana kali ini, menurut Kepala Pelaksana BPBD Kudus Drs Djumadi MM akan memprioritaskan kepada korban bencana yang tergolong warga tidak mampu atau warga yang benar-benar miskin dan terdampak bencana.

“kami akan menyalurkan bantuan logistik ini kepada orang-orang yang benar-benar tergolong tidak mampu dan miskin serta terdampak bencana, oleh karenanya data yang akurat akan kami verifikasi serta validasi terlebih dahulu, agar tepat sasaran ,”jelasnya usai menutup acara Rakor di Posko BPBD Kudus, Rabu siang (19/2) kemarin.

Ada sekitar 6 wilayah kecamatan dari 9 kecamatan yang nantinya akan diberikan peyaluran bantuan logistik diantaranya Kecamatan Undaan, Jati, Mejobo, Gebog, Kaliwungu serta Bae.

Rencananya pihak Posko BPBD dalam menyalurkan bantuan logistik, nantinya akan melibatkan dan memberdayakan para mahasiswa Undip dan UGM yang kebetulan sedang belajar pengabdian di wilayah Kabupaten Kudus.

Hingga saat ini, para korban bencana dari banjir dan tanah longsor yang masih terlihat yakni para pengungsi tanah longsor di wilayah Desa Menawan dan Rahtawu masih berada di perumahan penduduk.

Mereka masih menumpang di rumah-rumah penduduk yang tergolong aman, sebab rumah para warga korban tanah longsor rusak parah tidak bisa dihuni dan tidak bisa ditempat lagi sebelum dilakukan rekontruksi rehabilitasi pembenahan rumah.

Lanjutnya, bahwa pengungsi korban tanah longsor yang ada di Desa menawan saat ini masih ada sekitar 18 KK dan Desa Rahtawu ada 19 KK serta di Desa Kedungsari 1 KK. Diharapkan pula agar nantinya pada saat penyaluran bantuan logistik benar-benar tepat sasaran, juga para korban banjir dibeberapa tempat wilayah kecamatan yang lain.

“saya menginginkan kepada para koordinator penyerahan bantuan logistik agar pada saat penyerahan bantuan logistik yang diberikan tiapo-tiap KK haruis ada tanda terima bukti penerimaan sebagai bukti kami nantinya dalam pembuatan laporan SPJ,”tuturnya.

Seperti yang sudah dilakukan, para korban bencana akan mendapatkan bantuan logistik berupa paket sembako, diantaranya yakni beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, juga sarden atau cornet daging siap saji.

Djumadi menambahkan, dimungkinkan para korban tanah longsor masih menumpang dibeberapa rumah warga yang lain maupun ditempat saudaranya sekitar 2 hingga 3 bulan kedepan. Selain menunggu keputusan dari pihak Pemkab Kudus yang rencananya akan merelokasi warga ke tempat yang lain setelah munculnya surat rekomendasi dari Kementerian ESDM dan Badan Geologi pada beberapa hari lalu. (humas)

You may also like...

Tinggalkan Balasan