UNGGAS MATI MENDADAK DI KUDUS POSISTIF AI

Kasus unggas mati mendadak di Kabupaten Kudus, dinyatakan positif flu burung atau Avian Influenza (AI) setelah dilakukan uji sampel di laboratorium Balai Penyidikan Penyakit Veteriner (BP2VT) Jateng.
Menurut staf Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Anton Cahyono, Jum’at kemarin, sampel yang diuji di laboratorium, yakni dua sampel itik dan dua sampel ayam dari Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, karena kasus itik maupun ayam mati mendadak di desa setempat cukup banyak.
Awalnya, kata dia, kasus yang ditemukan berupa itik yang mati mendadak dalam jumlah 2.000-an ekor, kemudian bertambah dan disusul kematian ayam secara mendadak di daerah setempat. Atas temuan tersebut, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi serta sterilisasi.
Berdasarkan hasil pengetesan dengan “rapid test” atau alat tes cepat, itik yang mati mendadak pada Kamis 13 Desember 2012 lalu di desa setempat memang positif AI.
Informasi itik mati mendadak pada bulan Desember 2012, diterima pula dari Desa Pasuruan Lor dan Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, dan Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan.
Berdasarkan hasil pengawasan, katanya, mayoritas peternak itik sudah mengosongkan kandangnya guna mencegah potensi penularan virus AI tersebut. Dijelaskannya, minimal selama dua pekan kandang itik tersebut dikosongkan serta dibersihkan. Selanjutnya, kandang bisa digunakan kembali.
Ia mengingatkan peternak untuk menjaga tingkat kebersihan kandang, tempat makanan itik serta menjaga kebersihan diri setiap memasuki kandang. Hal tersebut, untuk mengantisipasi terbawanya virus AI atau penyakit menular lainnya terhadap unggas dari luar. Apalagi, bibit itik mayoritas peternak di Kudus diperoleh dari Kabupaten Jepara dan Pati.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus, kasus AI pada 2011 di Kabupaten Kudus tidak ditemukan, karena tidak ada laporan. Sedangkan tahun 2010 terdapat enam kasus AI yang tersebar di Kecamatan Mejobo, Bae, Undaan, Jekulo, dan Gebog. Jumlah kasus serupa juga terjadi pada tahun 2009, terdapat enam kasus, yang tersebar di Kecamatan Mejobo, Jati, Jekulo, dan Bae. (Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan