Contest Cupang Persatukan Komunitas di Tengah Pandemi

Kudus, Radiosuarakudus.com- Komunitas pecinta ikan hias jenis cupang ternyata cukup banyak di Kudus. Meski pandemi, ternyata komunitas ini masih tetap eksis, bahkan beberapa kali telah melakukan contest. Kegiatan contest ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antar komunitas pecinta ikan cupang sekaligus sarana komunikasi untuk jual beli ikan hias yang terkenal tidak bisa hidup berdampingan dengan ikan lainnya itu. Sementara itu, bertempat di pujasera “Nongky – Nongky” Desa Megawon, kecamatan Jati berlangsung ‘Kudus Betta Contest”. Ratusan peserta hadir dan mendaftarkan diri untuk ikut contest tersebut.

Ketua panitia, Mohammad Ridwan mengatakan dengan adanya acara ini dirinya ingin menyatukan para komunitas pecinta ikan hias cupang di Kudus. Dia juga mengkau gembira, karena dalam contest hari ini peserta cukup banyak. Yakni mencapai lebih dari 200 orang. Bahkan peserta tidak hanya dari Kudus saja, tetapi ada juga yang berasal dari Blora, Pati, Jepara bahkan Semarang.

“Biasanya saat contest yang selama ini dislenggarakan oleh komunitas lain, hanya diikuti oleh peserta itu – itu saja mas. Tapi kali ini banyak komunitas lain yang ikut serta. Banyak peserta yang baru bahkan remaja juga banyak yang ikut contest ini. Kami dari panitia menyediakan tempat sehingga peserta tidak usah membawa tempat dari rumah,” kata Muhammad Ridwan, Minggu (11/4/2021).

Untuk juri sendiri kata dia, diambilkan dari Pekalongan dan Jepara yang sudah qualified serta sudah memiliki pengalaman ditingkat nasional. Karena para juri ini sudah beberapa kali mengikuti contest tingkat nasional dan sudah memiliki jam terbang menjadi juri. Sehingga hasil penilaian dan independensi mereka juga tidak perlu diragukan.

Dituturkannya, contest ini menampilkan dua kategori yakni original/non salon dengan kelas Crowntail, Halfmoon, Plakat, Baby dan Giant warna serta Female open. Sedangkan untuk kategori umum/salon melombakan kelas Crowntail, Halfmoon dan Plakat.

“Dalam contest ini kami juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat mas, karena kami juga tidak ingin kecolongan. Jangan sampai dengan adanya contest ini malah terjadi penyebaran covid,” tutur Muhammad Ridwan.

Salah satu peserta dari Blora, Pujianto mengaku sudah beberapa kali mengikuti contest seperti ini disejumlah daerah. Namun untuk di Kudus, baru kali ini mengikuti acara ini. Bahkan beberapa kali, dia mengaku mendapatkan juara 1. Untuk contest di Kudus ini cupang miliknya yang  pernah mendapat juara tidak diikutsertakan. Dia sengaja mengambil cupang lain miliknya untuk ikut dalam constest ini.

“Saya mengambil cupang lainnya mas, yang belum pernah ikut contest. Saya di Blora punya komunitas Samin Betta Blora. Kalau di Blora sih lumayan banyak komunitasnya. Hanya memang jerang ada penyelenggaraan contest seperti ini,” ujar Pujianto.

Pujianto juga mengaku sudah dua tahun ini menjadi peternak ikan hias cupang. Bahkan beberapa cupangnya juga laku dijual melalui online ke beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Poso maupun di Kalimantan.

‘Ikan saya lakunya diluar Jawa mas, seperti Poso dan Kalimantan serta daerah lainnya. Hanya saja untuk ternak ikan cupang di Blora terkendala pakan. Dan itu saya siasati dengan cara ternak pakan hidup sendiri seperti ternak jentik,” tandasnya. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.