Dinas PUPR Kudus Lakukan Pembersihan Sampah Sungai Piji

Kudus, Radiosuarakudus.com-  Memasuki musim penghujan, seluruh sungai yang ada di Kudus mendapat perhatian lebih guna mengantisipasi terjadinya banjir. Apalagi diprediksi bila mulai bulan Desember 2021 – Pebruari 2022 akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Ini berkaitan dengan fenomena La Nina yang terjadi di Samudra Atlantik. Terkait hal itu, Dinas PUPR telah melakukan pembersihan sampah di sungai – sungai yang ada di Kudus. Khususnya adalah sungai – sungai besar seperti Sungai Dawe, Sungai Piji, Sungai Gelis dan Sungai Logung.

Kepala Dinas PUPR Kudus, Arif Budi Siswanto mengatakan pada hari ini (15/11/2021) pihaknya melakukan kegiatan pembersihan sampah di Sungai Piji tepatnya di jembatan satu Desa Kesambi Kecamatan Mejobo. Pada kegiatan ini, pihaknya menurunkan satu unit excavator guna pengambilan sampah yang menumpuk di jembatan satu.

“Kegiatan pembersihan sungai ini, kami berkolaborasi dengan balai besar wilayah sungai, Dinas PKPLH dan Pemdes Kesambi. Kemarin kita sudah melakukan kegiatan yang sama pada jembatan 3 dan 4 dan berupaya melakukan sampai ke hilir. Dengan target waktu 10 hari,” terang Arif disela – sela pembersihan sampah di sungai Piji Desa Kesambi, Senin (15/11/2021).

Sebelumnya ujar dia, pihaknya sudah melakukan pembersihan sampah sungai di desa Hadipolo (kecamatan Jekulo), desa Ngembalrejo (kecamatan Bae), desa Mijen (Kaliwungu), desa Prambatan (kecamatan Kaliwungu) serta titik – titik lainnya. Hanya saja, volume sampah yang besar ada di sungai Piji desa Kesambi.

Diakui, komponen sampah di sungai Piji ini banyak dijumpai adalah bekas buangan pohon bambu selain komponen sampah lainnya. Untuk upaya kongkret pencegahan banjir, pihaknya masih dalam tataran pembersihan sampah sungai.

“Kami juga sudah berkolaborasi dengan balai besar maupun BPSDA Seluna untuk melakukan survei disejumlah titik tanggul. Namun untuk penanganan kesiapsiagaan, kami menyiapkan tanah urug dan karung – karung. Selain itu, kami juga melihat hampir disemua tanggul sungai di Kudus dijumpai titik – titik rawan. Hal ini karena sedimentasinya cukup tinggi serta normalisasi sudah cukup lama tidak dilakukan karena terbentur anggaran. Baik itu anggaran dari pusat, provinsi maupun daerah,” tutup Arif. (Roy Kusuma – RSK)    

About

You may also like...

Comments are closed.