Goa Diduga Peninggalan Jepang Ditemukan Warga Desa Terban

Kudus, Radiosuarakudus.com- Patiayam selama ini lebih dikenal dengan temuan – temuan fosil binatang purbakalanya. Meski ada juga penemuan beberapa goa disekitar Patiayam. Sementara itu, sudah selama sepekan ini sejumlah warga Desa Terban Kecamatan Jekulo, Kudus melakukan penggalian goa. Setelah ada laporan masyarakat setempat, dengan didukung oleh pemdes Desa Terban, maka dilakukan penggalian gua itu. Goa tersebut terdapat di salah satu lereng tandus di area perbukitan Patiayam. Dari bentuknya yang berbentuk persegi itu diperkirakan peninggalan zaman Jepang.

Temuan goa itu terletak dua kilometer dari Balai Desa Terban ke arah barat menuju area perbukitan. Itu merupakan hasil temuan ketiga dari total prediksi ada 15 titik goa di areal tersebut.

Meski berada di area gersang, di gua tersebut mengalir air yang bening. Menetes dari tiap-tiap ujung stalagmit. Selain mengalir air, bagian atap goa berwarna kuning keemasan.

Goa itu berada di area sanggeman warga. Yakni areal hutan yang semula dikelola Perhutani dan kini menjadi perhutanan sosial yang diswakelola masyarakat. Goa itu berukuran panjang 5,5 meter dengan lebar 2,5 meter. Dan tinggi 2 meter. Bentuknya mirip huruf T yang memanjang ke dalam.

Sementara di dalam goa terdapat kayu penyangga. Berjumlah 12. Masing-masing di bagian kanan dan kiri goa. Menyangga sebuah papan yang dihubungkan dengan paku jaman kuno berbentuk U. Namun penyangga-penyangga itu sudah lapuk dan terpaksa diambil warga saat penggalian.

Kepala Desa Terban Supeno, Minggu (5/9/2021) mengatakan dari karakteristiknya, goa itu merupakan gua peninggalan Jepang. Diperkirakan goa tersebut dulu digunakan untuk mengintai, hingga gudang logistik karena berada di areal hutan. Wilayah ini dulunya merupakan hutan lebat.

Pembukaan goa-goa ini, sebagai upaya untuk merunut kembali sejarah masa lalu desa Terban. Yang diharapkan melengkapi situs purbakala Patiayam yang telah ada. Sehingga menambah khasanah sebagai salah satu tujuan wisata arkeologi.

“Sekaligus upaya menggali kembali sejarah. Ini juga penting sebagai warisan bagi anak cucu warga Desa Terban,” jelasnya.

Sayang dalam penggalian itu tak ada pendampingan ahli. Supeno menilai memang perhatian dari pemerintah Kabupaten dinilai minim. Dia pun berharap ke depan ada ahli gua atau arkeologi yang tertarik melihat daerahnya dan melakukan pendampingan ke warga.

Pembukaan goa-goa tersembunyi di lereng perbukitan Patiayam diharapkan akan menjadi aset baru wisata Desa Terban. Untuk itu, dia berkeinginan akan membuka goa-goa yang lain yang masih tertutup.

“Kami meyakini Terban akan menjadi kota baru dengan aset yang melimpah ini, karena banyak temuan – temuan sejarah di desa ini,” katanya.

Supeno berharap dukungan penuh dari semua pihak, terutama Pemkab Kudus agar upaya menggali potensi desa bisa lebih optimal.(Roy Kusuma- RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.