Kelurahan Sunggingan Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Tingkat Jateng

Kudus, Radiosuarakudus.com- Kreatifitas masyarakat Kelurahan Sunggingan Kecamatan Kota bisa dilihat dari beragam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjamur. Mulai dari kuliner khas Kudus, sampai dengan kerajinan tangan. Produk unggulan itu menjadi salah satu penentu Kelurahan Sunggingan masuk nominasi tiga besar Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Kudus Hartopo menyampaikan konveksi Kelurahan Sunggingan terkenal sejak dulu. Kini, UMKM terus berkembang dan mampu memaksimalkan potensi yang ada. Seperti pemanfaatan limbah menjadi kerajinan tangan. Kemudian kerupuk rambak milik Agus yang telah dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Tak ketinggalan tahu yang diproduksi H. Soleh menjadi penyuplai makanan khas Kudus Nasi Tahu Telur di sebagian besar wilayah di Kudus. Ada juga Garang Asem Sari Rasa yang sudah terkenal dengan rasa khasnya.

“Masyarakat Kelurahan Sunggingan itu sangat aktif. Dari dulu sudah terkenal punya produk unggulan. Sekarang makin banyak macamnya. Dan bagus-bagus semua,” ucap Hartopo didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo saat menyambut tim evaluasi perkembangan desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 di Kelurahan Sunggingan, Selasa (28/6/2022).

Selain UMKM, lanjutnya, Kelurahan Sunggingan punya banyak pesona yang harus dieksplor oleh tim penilai. Hartopo optimis, Kelurahan Sunggingan bisa meraih hasil yang maksimal.

“Disini masyarakatnya harmonis. Pemberdayaan masyakaratnya maju dan pemimpinnya sangat peduli. Semoga nanti bisa meraih hasil optimal,” paparnya.

Pelaksana Harian (Plh) Lurah Sunggingan, Herdjini mengungkapkan telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk penilaian evaluasi. Kelurahan Sunggingan masuk nominasi setelah bersaing dengan kelurahan se-Jawa Tengah pada penilaian administrasi.

Setelah mengirim berkas-berkas pendukung terkait indikator penilaian, Kabupaten Kudus dinyatakan masuk nominasi bersama dua kelurahan lainnya yakni Kelurahan Purwosari, Kota Semarang dan Kelurahan Jebres, Kota Surakarta. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.

“Alhamdulillah masuk nominasi tiga besar, semoga penilaian evaluasi ini meraih hasil terbaik,” paparnya.

Terdapat sekitar 18 penilai Lomba Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang diketuai oleh Joko Sulistyono. Berbagai indikator menjadi fokus penilaian. Mulai dari bidang pemerintahan, bidang kemasyarakatan, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Kemudian ada Kelompok Bermain (KB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), rumah sehat, kebun gizi, bank sampah, dan lain sebagainya. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.