Ketua PN Kudus Pimpin Langsung Pemeriksaan Setempat Kasus Hotel “Sato”

Kudus, Radiosuarakudus.com- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kudus, Jum’at (27/8/2021) pagi meninjau tiga rumah warga yang mengalami kerusakan akibat dampak pembangunan hotel “Sato” berlantai lima yang ada di Jalan Pemuda sebagai agenda pemeriksaan setempat usai beberapa kali persidangan.

Pemeriksaan itu dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Kudus Singgih Wahono bersama majelis hakim yang menyidangkan kasus kerusakan tiga rumah warga yang diduga akibat pembangunan Hotel Sato tersebut.

“Agenda kami mengunjungi tiga rumah warga Desa Nganguk, yang lokasinya berdekatan dengan Hotel Sato untuk pemeriksaan setempat,” kata Ketua Pengadilan Negeri Kudus Singgih Wahono ditemui di sela-sela pemeriksaan setempat di sekitar Hotel Sato Kudus.

Ia mengungkapkan majelis hakim yang mengadili perkara gugatan antara tiga orang melawan Hotel Sato menjalankan agenda pemeriksaan setempat dalam rangka memastikan apakah objek sengketa sesuai dalil-dalil posita gugatan penggugat.  Para penggugat tersebut, yakni Beni Gunawan, Beni Junaidi, dan Wiwik Kurniawan.

Kedatangannya itu, kata dia, hanya melihat dan memastikan objek yang ditunjukkan oleh penggugat, karena dalam persidangan penggugat mendalilkan tiga objek rumah para penggugat ada beberapa kerusakan akibat pembangunan Hotel Sato.

Sebelum pemeriksaan setempat, kata dia, majelis hakim juga melihat dari isi gugatan, jawaban, replik, duplik, bukti surat dan saksi. Selanjutnya, majelis hakim akan menilai apakah dalil penggugat masuk alasan hukum atau tidak.

“Pihak penggugat sendiri menyebutkan kerusakan tiga rumah tersebut disebabkan pembangunan hotel, sedangkan tergugat menyebutkan bukan dari pembangunan hotel. Tetapi nanti akan memberikan tanggapan dalam kesimpulan,” ujarnya.

Setelah pemerikasan setempat, persidangan ditunda dua pekan sesuai permintaan penggugat dan tergugat. Sedangkan agenda berikutnya berupa kesimpulan pada Kamis (9/9/2021) mendatang. Setelah itu baru sidang putusan.

Dijelaskan, kasus tersebut sempat dimediasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemda setempat, Kodim, Polres, sampai akhirnya ke Pengadilan Negeri Kudus.

“Kami pun sudah berupaya mendamaikan, namun tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya dilanjutkan persidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Supriyanto yang menjadi kuasa hukum tiga warga yang rumahnya rusak yang diduga akibat pembangunan hotel mengakui tuntutan kliennya terhadap pemilik hotel untuk mengembalikan kondisi bangunan seperti aslinya.

“Untuk tuntutan secara materiil sebesar Rp. 3 miliar, sedangkan immateriil antara Rp.1 miliar hingga Rp.2 miliar. Kalaupun mau memperbaiki ketiga rumah kliennya itu seperti semula tentu ya bisa saja dilakukan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan tergugat di persidangan, muncul fakta persidangan bahwa izinnya lima lantai, ternyata enam lantai karena ada tambahan kolam renang. Sedangkan menurut keterangan ahli beban kolam renangnya jauh lebih berat, ketimbang keberadaan kamar hotelnya. (Roy Kusuma-RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.