Masih Ada Yang Perlu Dibenahi Di Lokasi Wisata

Kudus, Radiosuarakudus.com- Selama libur dan cuti lebaran Disbudpar Kabupaten Kudus membentuk empat tim untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di destinasi wisata. Menurut Plt Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, selama libur dan cuti lebaran lalu pihaknya memang sengaja membentuk empat tim pemantau disejumlah lokasi wisata. Hal ini karena Kudus masih berada di level dua serta masih dalam kondisi pandemi.

“Kami pun sudah menyampaikan hasil laporan pantauan empat tim tersebut  ke pak Bupati selaku ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus. Harapan kami, hasil pantauan ini dapat menjadi evaluasi bagi para pengelola lokasi wisata di Kudus. Sehingga tetap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung di lokasi wisata,” kata Kepala Kantor Disbudpar Kudus, Mutrikah, Selasa (10/5/2022).

Kegiatan empat tim pemantau ini lanjut Mutrikah, dimulai sejak tanggal 29 April – 9 Mei 2022. Khusus pada saat syawalan pada Senin (9/5/2022) kemarin terdapat 15 lokasi wisata yang dipantau.  Yakni  Sangkal Putung Desa Kesambi, Wisata Speedboat Logung dan Wisata Bukit Krobokan oleh tim 1. Kemudian tim 2 melakukan pemantauan di  Mulia Wisata,  Hills Vaganza, Pijar Park dan Kedung Gender. Sedangkan tim 3 melakukan pemantauan di Museum Kretek, Kampung Kuto,  Taman krida dan Kolam Renang Hexzone Terapi. Sementara tim 4 melakukan pemantauan di  Sendang Jodo, Cengkir Manis, Tradisi Bulusan Dukuh Sumber dan Sendang Widodari.

“Dari hasil pemantauan itu memang masih ada beberapa yang harus dibenahi oleh pengelola wisata baik milik perorangan maupun yang dikelola oleh pemkab sendiri. Salah satunya adalah keberadaan “pedulilindungi” yang masih belum ada. Kemudian jaga jarak serta pembatasan pengunjung. Hanya saja memang sulit untuk membatasi jumlah pengunjung saat libur dan cuti lebaran lalu. Meski begitu masih aman dan rata – rata pengunjung juga memakai  masker.” Tutup Mutrikah. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.