MUI Kudus Gandeng UMK Perkuat Pemahaman Islam Moderat

Kudus, Radiosuarakudus.com-  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus terus berkomitmen untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Hal tersebut tergambarkan pada Halaqah yang diadakan di Ruang Reminar lt.4, Gedung Rektorat UMK, Kamis, (10/11/2022).

Menggandeng UMK, kerja sama dengan MUI akan memperkuat dan menjaga masyarakat agar terhindar dari paham radikalisme khususnya pada kalangan generasi muda.

Ketua MUI Kudus KH. Ahmad Hamdani Hasanuddin LC., MA. menyebutkan, Kudus masih menjadi sorotan meskipun memiliki predikat kota santri. Namun paham radikalisme masih sering muncul di permukaan beberapa waktu lalu.

“Maka dari itu, MUI bersama UMK berkomitmen memangkas paham-paham tersebut sampai ke akar akarnya”, terangnya.

Halaqah MUI yang bertajuk “Implementasi Islam Moderat untuk Keutuhan dan Kemajuan NKRI” ini, mengajak agar masyarakat selalu waspada terhadap paham radikalisme walaupun kondisi sedang pada saat ini terhitung tenang dan kondusif.

“Terkadang yang tenang justru akan membahayakan”, ucap KH. Hamdani. Dengan diadakannya Halaqah/Seminar ini setidaknya akan menjadi langkah pasti dalam membentengi generasi muda terhadap paham terorisme dan radikalisme.

“Maka dari itu, kita membuat antisipasi terutama pada generasi muda bahwa terorisme itu yang seperti apa , dan bisa saja terorisme itu masuk ke sekolah-sekolah anda”, ucap Ketua MUI.

Menurut data yang dia peroleh, ada teroris yang dulunya sekolah di Kudus dengan sekolah moderat namun setelah keluar dari sekolah mereka terpapar oleh paham radikalisme.

Senada dengan hal tersebut, narasumber halaqah Dr. KH. Sholihul Hadi, MA. menyebutkan, hasil Ijtima MUI sepakat bahwa Indonesia dan eksistensi NKRI dianggap sebagai wujud perjanjian kebangsaan atau al mitsaq al wathaniy, serta berisi kesepakatan bersama al muahadah al jamaah oleh bangsa Indonesia.

Sholihul Hadi menjelaskan, islam yang moderat adalah mereka yang belajar agama dengan tidak berlebihan namun juga jangan mengurangi. “Jangan berlebihan namun juga jangan mengurangi”, jelasnya.

“Kunci islam yang baik adalah agama yang lurus dan toleran”, terangnya. Menurutnya, walaupun organisasi radikal sudah dibubarkan namun paham-paham mereka masih belum hilang, maka dari itu islam yang lurus (samhah) dan toleran menjadi kunci bagi umat beragama yang baik.

Disisi lain, Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof. Dr. Ir Darsono, M.Si  menyebutkan masyarakat Indonesia harus berbahagia dan berbangga, walaupun negara kita menjadi mayoritas islam namun kondisi sekarang ini masih sejuk dan teduh.

“Event ini dalam rangka menjaga harmoni kerukunan umat beragama khususnya wilayah kudus raya agar tetap sejuk dan teduh”, jelasnya.

UMK sebagai komponen masyarakat didunia pendidikan berupaya akan selalu mendukung kondusifitas dan kerukunan umat beragama khususnya di Kabupaten Kudus.

“Kami UMK, sebagai komponen masyarakat dunia pendidikan selalu mendukung upaya MUI untuk beritikad menjaga dan memelihara suasana kondusif umat beragama”,ucap Prof. Darsono.

Momentum halaqah ini juga menjadi pertanda sebagai komitmen antara UMK dengan MUI yang telah sepakat menandatangani perjanjian nota kesepahaman (MoU).

“Melalui kesepakatan ini, kedepan tentunya kita berkomitmen antara UMK dan MUI untuk terus bersinergi untuk terciptanya masyarakat yang aman dan damai,”tutup dia. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.