Mumpung Cuaca Cerah PUPR Kudus Lakukan Penambalan Lubang Jalan

Kudus, Radiosuarakudus.com- Hari ini pihak Dinas PUPR Kabupaten Kudus mulai melakukan pengaspalan jalan yang berlubang diwilayahnya. Kondisi jalan selama musim penghujan ditambah beberapa wilayah di Kudus terdampak banjir, membuat banyak jalan yang belubang. Tentunya hal ini sangat mengganggu aktivitas para pengguna jalan. Belum lagi beberapa kasus kecelakaan akibat terperosok ke lubang jalan tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arif Budi Sisiwanto mengatakan mulai hari ini pihaknya melakukan pengaspalan dan penutupan jalan yang berlubang. “Untuk ruas penambalan jalan pada hari ini kami upayakan di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan dari Dersalam ke UMK, bilamana cuaca memungkinkan. Mumpung sementara waktu curah hujan sudah mulai menurun, maka kami lakukan penambalan jalan itu,” ujar Arif saat ditemui di samping pendopo kabupaten Kudus, Senin (1/3/2021).

Terkait jumlah titik lubang jalan yang akan ditambal lanjut dia, akan disesuaikan dengan kondisi dilapangan. Targetnya, semua lubang jalan akan dilakukan penambalan seluruhnya. “Selama ini keluhan masyarakat terkait lubang jalan memang banyak yang mengeluhkan kondisi lubang jalan di jalan lingkar dan dari Ngembal hingga Pati. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah untuk penangananya,” tuturnya.

Dijelaskan oleh Arif, sepanjang jalan Jenderal Sudirman mulai dari Simpang Tujuh hingga pertigaan Ngembal Kulon adalah wewenang pihaknya Tetapi mulai pertigaan Ngembal Kulon hingga ke Pati adalah wilayah BBPJN. Termasuk sepanjang jalan lingkar mulai dari terminal hingga pertigaan Ngembal Kulon adalah tanggungjawab BBPJN.

“Kalau ruas jalan mulai dari Sempalan hingga ke Klambu Grobohan merupakan wilayah dan wewenang dari Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah,” kata Arif. Pada kesempatan itu, Arif juga menyayangkan masuknya truk pasir yang tonasenya diatas 5 ton atau mengangkut pasir diatas 24 kubik yang masuk dijalan perkotaan. Hal ini menyebabkan dampak jalan diperkotaan mengalami deformasi atau penurunan kualitas jalan. ‘Seharusnya maksimal beban kendaraan truk yang masuk diwilayah perkotaan adalah 3 ton,” ujarnya.

Terkait akuisisi akses jalan kabupaten yang akan diserahkan wewenangnya ke provinsi, Arif mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. “Jalan kabupaten yang akan dilepas untuk menjadi wewenang provinsi, saya ambil contoh adalah jalan Bulungcangkring hingga batas Pati. Karena akibat dampak banjir membuat kondisi jalan tersebut sangat parah. Tahun ini kami upayakan untuk koordinasi dengan provinsi agar jalan tersebut menjadi tanggungan provinsi,” imbuh Arif.

Selain itu kata dia, jalan Cranggang – Gembong (Pati) juga akan diserahkan ke provinsi karena kondisinya juga parah. Tetapi dengan barter untuk jalan Sempalan (jati) hingga proliman Tanjungkarang menjadi wewenang kabupaten Kudus. “Sementara dua akses jalan itu yang akan kami serahkan untuk menjadi wewenang provinsi Jawa Tengah. Tapi untuk jalan Ahmad Yani mulai dari Simpang Tujuh hingga Patung Ahamd Yani adalah wewenang kami, selanjutnya hingga sampai Semarang adalah milik wewenang nasional,” tutup Arif. (Roy Kusuma – RSK)

 

About

You may also like...

Comments are closed.