RS Mardi Rahayu Miliki Alat GeNose dan Klinik Nyeri

Kudus, Radiosuarakudus.com- Di usianya yang ke-52 dan di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir, RS Mardi Rahayu semakin semangat berkarya. Peresmian MRI 1,5 Tesla oleh Plt. Bupati Kudus pada tanggal 4 Maret 2021 kemarin bukan satu-satunya agenda RS Mardi Rahayu untuk semakin meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat di tahun 2021 ini. Ada 3 agenda lainnya, yaitu bakti sosial operasi gratis bibir sumbing, pemeriksaan skrining COVID-19 dengan GeNose, dan Klinik Nyeri. Selain itu masih ada agenda lainnya yang saat ini sedang dalam proses pengurusan perizinan.

Dr. Pujianto, M. Kes selaku Direktur Utama RS Mardi Rahayu menjelaskan “Bakti sosial operasi gratis bibir sumbing ini sebenarnya telah direncanakan sejak awal tahun 2020, namun terkendala pandemi COVID-19. Dengan semakin mantapnya program Aman COVID-19 RS Mardi Rahayu di antaranya IGD, rawat jalan, dan rawat inap dengan jalur pasien COVID-19 dan pasien umum yang terpisah, penerapan 3M dan skrining pasien serta pengunjung RS yang ketat, jumlah pasien COVID-19 di Kudus yang semakin turun di mana saat ini dari 86 TT isolasi COVID-19 RS Mardi Rahayu setiap hari rata-rata terisi di bawah 15 TT, serta yang terbaru skrining karyawan menggunakan GeNose, maka pelayanan kesehatan di RS Mardi Rahayu aman termasuk untuk operasi gratis bibir sumbing” tutur Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, M.Kes, Jum’ at (12/3/2021)

GeNose adalah pemeriksaan skrining COVID-19 dari Universitas Gadjah Mada yang mendeteksi pola volatile organic compound (VOC) yang khas pada pasien COVID-19 dalam udara nafas pasien menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. GeNose dapat mendeteksi COVID-19 dengan sensitivitas 89-92% dan spesifisitas 95-96%.

“GeNose ini pemeriksaannya sangat cepat dan nyaman. Pasien cukup memasukkan udara nafas dalam kantung udara yang sudah disediakan, kemudian pola VOC dalam udara nafas tersebut dianalisis oleh alat, dan tidak sampai 5 menit sudah diketahui hasilnya Positif atau Negatif,” tuturnya.

Masih kata dr. Pujianto, hasil Negatif artinya tidak terinfeksi COVID-19, sementara hasil Positif harus dikonfirmasi dengan swab PCR. Penggunaan GeNose adalah untuk skrining pada pasien yang tidak ada gejala mengarah COVID-19 dan bukan kontak erat pasien COVID-19. Ini sangat baik untuk skrining karyawan rutin, sebagai pelengkap protokol kesehatan pada kegiatan yang melibatkan banyak orang, sebagai syarat untuk perjalanan dengan Kereta Api dan lain sebagainya.

Tidak hanya berkomitmen terhadap keamanan pelayanan kesehatan dari COVID-19, RS Mardi Rahayu juga terus mengembangkan pelayanan kesehatannya dengan menyelenggarakan Klinik Nyeri, karena nyeri adalah gangguan kesehatan yang dialami banyak pasien yang dapat sangat mengganggu kualitas hidup pasien, seperti dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, pekerjaan, atau pergaulan sosial apabila tidak dikelola dengan baik.

“Sedangkan untuk Klinik Nyeri RS Mardi Rahayu menghadirkan Manajemen Intervensi Nyeri atau Interventional Pain Management (IPM). Kelebihan IPM adalah nyeri diatasi langsung ke sumbernya dengan injeksi atau suntikan obat antinyeri atau antiradang, bahkan dengan radiofrekuensi yang alatnya sudah tersedia di RS Mardi Rahayu. IPM cocok diterapkan dalam berbagai kasus nyeri seperti nyeri kepala dan leher, nyeri bahu, siku, tangan, lutut, pergelangan kaki, nyeri punggung, nyeri akibat cedera, bahkan nyeri akibat kanker,” jelas dr. Pujianto.

 Dengan IPM, nyeri dapat diminimalkan bahkan sampai bebas dari nyeri tanpa pasien harus minum obat penghilang nyeri berkepanjangan dengan segala efek sampingnya. ”Dengan berbagai tambahan pelayanan tersebut diatas diharapkan kebutuhan pelayanan kesehatan yang aman dan nyaman bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya dapat terpenuhi sehingga visi RS Mardi Rahayu yaitu menjadi rumah sakit pilihan utama berdasarkan kasih di Jawa Tengah dapat tercapai,” tutupnya. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.