Simulasi PTM SMP di Kudus Belum Dapat Rekomendasi

Kudus, Radiosuarakudus.com- Hingga sekarang tim Gugus Tugas Covid -19 kabupaten Kudus masih belum memberikan ijin kepada sekolah  SMP yang akan melaksanakan simulasi PTM kedua. Pasalnya, adanya kenaikan angka kasus Covid -19 di Kudus menjadi simulasi PTM SMP yang kedua harus dilakukan evaluasi atau pengetatan. Apalagi kasus Covid di Kudus fluktuatif sehingga dibutuhkan kehati – hatian dalam memberikan rekomendasi kepada sejumlah sekolah SMP yang sudah mengajukan diri untuk mengikuti simulasi PTM kedua.

Sebelumnya, sebanyak 26 SMP baik negeri dan swasta yang guru serta karyawan sudah dilakukan vaksinasi melaksanakan ujian sekolah (US). Hingga US selesai tidak ada permasalahan bahkan sekolah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Sementara, setelah US usai ke 26 SMP tersebut mengajukan diri untuk ikut simulasi PTM kedua mulai tanggal 26 April – 7 Mei mendatang.  Namun, hingga kini tim Satgas Kabupaten Kudus belum menurunkan surat rekomendasi.

Namun ada sejumlah sekolah SMP negeri yang sudah sempat melaksanakan simulasi PTM kedua meski belum ada surat rekomendasi turun. Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Kudus, Muhtamat , Jum’ at (30/4/2021) mengunjungi SMP 1 Kudus. Selain menyampaikan bantuan PIP dari salah satu anggota DPR RI dari Partai Nasdem, dia juga ingin melihat simulasi PTM kedua di sekolah ini.

Kedatangan Muhtamat disambut langsung oleh Kepala SMP 1 Kudus, Ahadi Setiawan beserta staf. Wawan sapaan akrab Ahadi Setiawan mengatakan, untuk secara resmi memang pihaknya belum mendapatkan surat rekomendasi dari Disdikpora. Namun pihaknya tetap profesional, manakala simulasi PTM ini dihentikan maka pihaknya tetap akan meningkatkan kompetensi profesionalisme itu lewat pendidikan jarak jauh (daring).

Hanya saja imbuh Wawan, pihaknya akan senang bila ada pembelajaran tatap muka karena ada penekanan didalam pendidikan karakter. Dia merasa khawatir makin lama pembelajaran hanya lewat daring maka ada degradasi moral dari siswa. Karena para siswa ini memiliki masa depan, dan pendidikan karakter menjadi aset sumber daya manusia yang akan bermanfaat dimasa nanti.

Termasuk kecerdasan sosial juga akan berpengaruh besar dikala siswa hanya mendapatkan pembelajaran secara daring. Termasuk peran orang tua juga sangat besar terhadap siswa. Apalagi bila orang tua sibuk bekerja dan anak – anaknya tidak ada yang mengkontrol ketika dirumah. Justru kadang anak – anak ingin melampiaskan permasalahan dirumah untuk bertemu dengan teman – temannya disekolah.

Wawan menambahkan, pihaknya mulai kemarin sudah melaksanakan simulasi PTM setelah ada sinyal dari Disdikpora, Dinas Kesehatan serta dari Kepala cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Wilayah III dengan catatan pelaksanaanya simulasi harus seperti ketika US lalu.

“Tapi bila memang diminta untuk menghentikan pelaksanaan simulasi PTM ini, pihaknya siap. Selain itu, mulai hari ini kami hanya memberikan kisi – kisi untuk siswa kelas 7 dan 8 guna tes kenaikan kelas. Itupun dengan waktu yang terbatas ,” ujar Wawan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Muhtamat mengatakan kedatangannya kali ini untuk melihat langsung pelaksanaan simulasi PTM. Karena informasi diluar mengatakan ada yang boleh dan ada yang  tidak boleh. Untuk itu, dia menghimbau kepada kepala sekolah agar membuat video terkait pelaksanaan simulasi PTM. Dengan cara itu maka bila ada yang menanyakan dapat diperlihatkan bahwa sekolah sudah melaksanakan dengan prosedur yang benar dan sesuai aturan.

“Dengan pembuatan video ini bila ada pemangku kebijakan menanyakan maka dapat ditunjukkan video tersebut,” ujar Muhtamat.

Terpisah, Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada menegaskan bahwa hingga kini memang belum ada surat rekomendasi resmi yang dikeluarkan untuk simulasi PTM kedua ini. Sekolah – sekolah tidak ada yang melaksanakan simulasi PTM. Mereka hanya memberikan kisi – kisi kepada siswa untuk persiapan tes kenaikan kelas. Itupun dilakukan dengan luring. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.