Tahun Depan Pembelian Elpiji 3 Kg Wajib Menunjukkan KTP

Kudus, Radiosuarakudus.com-  Mulai tahun depan, pembeli elpiji 3 kilogram wajib menunjukkan kartu identitas penduduk (KTP). Kebijakan ini, diberlakukan penuh atau 100 persen. Berdasarkan informasi dari Dinas Perdagangan Kudus, hal ini sesuai dengan keputusan Kementerian Perdagangan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 37 2023 bahwa pembelian elpiji bersubsidi disertai KTP.

Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Minan Muchammad menjelaskan, sebenarnya kebijakan ini sudah mulai diberlakukan, tapi masih belum sepenuhnya. Artinya, pembeli yang tidak menunjukkan KTP masih bisa terlayani.

”Tahun depan, wajib menggunakan KTP. Ketika NIK dimasukkan dalam aplikasi dari Pertamina, akan otomatis NIK itu muncul ke aplikasi atau tidak. Jika tidak, maka dikategoringan kalangan menengah ke atas dan membeli elpijinya diarahkan pada non subsidi,” ungkapnya.

Ditambahkan, hal ini dalam rangka menjaga elpiji bersubsidi tepat sasaran, tentunya Pertamina sudah mengantongi data yang tepat sasaran. Minan, mengatakan disisi lain peran dari Dinas Perdagangan yakni, melakukan pemantauan harga termasuk kecukupan pasokan di wilayah Kudus.

”Sasaran elpiji bersubsidi sudah jelas peruntukannya, yakni bagi usaha mikro, rumah tangga dan petani sasaran. Kami juga sudah mengusulkan alokasi 2024 sebesar 32.529 tabung, setelah mempertimbangkan dari basis data tunggal program perlindungan sosial, kemudian jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Ditempat terpisah, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho, mengatakan pembelian elpiji 3 Kilogram yang menggunakan KTP diberlakukan secara bertahap.

”Targetnya di akhir 2023, seluruh transaksi pembelian LPG 3 Kilogram di pangkalan sudah menggunakan NIK. Sehingga, 2024 sudah 100 persen pembeliannya menggunakan NIK,” jelasnya.

Ia menyampaikan, sebenarnya sekarang pun sudah wajib pakai NIK, tetapi masih belum 100 persen yang transaksinya pakai input NIK. Pihknya mengimbau, bagi konsumen yang beli elpiji 3 Kilogram, dimohon membawa KTP untuk diinput oleh pangkalan.

”Kami sarankan, membelinya di pangkalan. Untuk saat ini masih berjalan penginputan data hingga akhir tahun. Targetnya, 2024 sudah diberlakukan membeli pakai NIK sepenuhnya. Tahun ini sebagai sosialisasi bagi masyarakat, agar terbiasa nantinya saat membeli elpiji subdisi menunjukkan NIK,” imbuhnya. (Roy Kusuma – RSK)

About

You may also like...

Comments are closed.