UMKM Kudus Ikut Serta Dalam Inacraft

inacraf

Kudus, Radiosuarakudus.com – Produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Kudus terus menyasar pasar nasional dan juga ekspor. Ciri khas produk dan penguatan kualitas diyakini menjadi kekuatan tersendiri sehingga produk UMKM Kudus lebih diperhitungkan di segmen pasar yang lebih luas. Saat ini, berbagai produk UMKM asal Kota Kretek sudah mampu menembus kedua pasar bergengsi itu.

Beberapa diantaranya seperti produk bordir, batik, gebyok, dan jenang yang diminati pasar dalam negeri maupun luar negeri. Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan pihaknya menggelar berbagai langkah agar produk UMKM asal Kota Kretek lebih dikenal luas. Salah satu langkahnya yakni mengikutsertakan UMKM asal Kudus dalam gawe pameran bergengsi tingkat nasional maupun internasional.

Seperti gawe International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2015 yang digelar  8 Р12 April di Balai Sidang Jakarta Convention Center. Berdasar data yang dirilis panitia Inacraft 2015, saat ini sudah ada 1.065 pelaku usaha kerajinan dari penjuru Nusantara yang terkonfirmasi ikut dalam gawe bergengsi ini. Rinciannya, 799 UMKM, 276 peserta dari instansi pemerintah dan BUMN, serta 10 perusahaan asing.

Selain itu, juga ada 267 calon pembeli dari 41 negara yang menyatakan kehadirannya dalam ajang hasil kerjasama Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASEPHI) – PT Mediatama Binakreasi tersebut. Dikatakan oleh Sudiharti, ini peluang bagus bagi pelaku UMKM di Kudus untuk mempromosikan produk hasil kerajianannya sekaligus memperluas pangsa pasar. Ini juga sekaligus upaya untuk merangsang tumbuhnya ekonomi kreatif di Kudus.

Pelaku UMKM di Kudus, kata Sudiharti dipersilahkan mengikuti gawe Inacraft 2015. Caranya mendaftarkan diri ke Bidang Promosi dan Perlindungan Konsumen Disdagsar Kudus dan sekaligus membawa contoh hasil produk yang akan dipamerkan. Pelaku UMKM juga tidak akan ditarik biaya alias gratis karena ditanggung oleh Pemkab Kudus. Hanya saja, agar produk UMKM yang dibawa ke Jakarta tersebut bisa diandalkan mewakili Kudus, akan dilakukan seleksi oleh pihak Disdagsar.

Saat ini, kata Sudiharti sudah ada sejumlah UMKM yang sudah mendaftar. Beberapa diantaranya bergerak di sektor usaha pembuatan bordir, kaligrafi, kerudung dan lainnya. Proses pendaftaran dan seleksi dibuka hingga 6 April mendatang.

You may also like...

Comments are closed.