GEMATAKU GELAR AKSI

Bertempat di Simpang Tujuh Kudus, puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku) melakukan aksi unjuk rasa terkait menolak politisasi APBD.

Mereka bergantian berorasi. Dalam aksi ini mereka menegaskan, politisasi APBD nyata dirasakan. Eksploitasi APBD untuk membangun citra pribadi, sarana penumpukan kekayaan/modal hingga pelanggengan kekuasaan dianggap sesuatu yang biasa.

Dikatakan oleh mereka, selama 4,5 tahun lebih disinyalir politisasi APBD Kudus dikemas untuk mengantarkan Bupati Musthofa berkuasa dalam periode selanjutnya.

Gemataku berharap, politisasi APBD segera dihentikan. Karena politisasi APBD dilakukan dengan melakukan pembodohan rakyat dan pembajakan hak rakyat menikmati pembangunan dan kesejahteraan yang berkeadilan.

Ditegaskan oleh mereka, penyerapan APBD 2012 oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) per Oktober 2012 baru 58%.

Kemudian kinerja yang kurang maksimal akibat egoisme kekuasaan Bupati dalam menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Untuk itu, mereka menuntut, menolak politisasi APBD dalam bentuk apapun oleh Bupati Musthofa.

Mereka juga meminta agar segera dipercepat penyaluran APBD kepada masyarakat tanpa menggunakan cara – cara seremonial.

Lalu tolak pembahasan APBD perubahan tahun 2012 karena syarat dengan kepentingan politik serta laksanakan pembangunan Kudus tanpa diskriminasi. (Roy RSK)

You may also like...

Tinggalkan Balasan