25 Siswa SD 2 Mejobo Diduga Keracunan Jajanan Sekolah

Kudus, Radiosuarakudus.com- Seorang pedagang diamankan Polsek Mejobo Polres Kudus, setelah diduga menjual jajanan yang menyebabkan sejumlah siswa SDN 2 Mejobo keracunan, Senin (13/2/2023).

Sedikitnya 10 siswa harus dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami pusing, mual, lemas dan muntah usai makan jajanan dari pedagang disekolah.

Selain mengamankan pedagang, Polisi juga menyita sejumlah barang di antaranya Jasuke, Maklor dan Cilor. Termasuk, sisa jajanan yang dikonsumsi murid saat jam istirahat.

WN (34) yang merupakan penjual jajanan tersebut syok saat didatangi pihak kepolisian dilokasi ia berjualan di sekolah untuk dimintai keterangan.

Saat dimintai keterangan,  WN mengaku baru pertama kali menjajakan jualannya di SD N 2 Mejobo, dan belum lama menjual jenis jajanan itu di sekolah.

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, total ada 25 siswa yang keracunan. 15 siswa diantar kerumah masing masing karena gejala ringan dan 10 siswa dilarikan ke Puskesmas Jepang untuk menjalani perawatan karena kondisnya lemas.

“Selain 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas, 15 siswa dilaporkan juga mengalami gejala yang sama usai konsumsi jajanan tersebut, namun memilih rawat jalan di rumah masing-masing karena gejala ringan,” jelas AKP Cipto.

Ia menambahkan, semua sampel makanan yang diduga jadi pemicu terjadinya keracunan yang dialami siswa telah disita petugas, rencananya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sampai saat ini, dari 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas 9 diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Jadi masih ada 1 siswa yang dirawat di Puskesmas karena kondisinya masih lemas,” imbuhnya.

Selain itu, kami juga mengimbau agar orang tua mengawasi jajanan buah hati mereka. Menurutnya, ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah, maka pengawasan oleh para guru bisa dilakukan. Makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah pun juga bisa disortir agar tidak ada jajanan yang berbahaya.

“Kepada para orangtua diusahakan membawakan bekal anak, hal ini untuk meminimalisir anak anak jajan diluar,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala SD N 2 Mejobo Sri Suanti ketika ditemui di Puskesmas Jepang mengatakan kejadian itu sekitar pukul 07.30 Wib usai upacara bendera. Mereka yang diduga keracunan mengalami pusing, pucat dan muntah.

“Dari penuturan para korban mereka habis beli jajanan Jasuke, maklor dan cilor kepada salah satu PKL sekolah seorang perempuan. Selanjutnya mereka yang agak berat kami bawa ke Puskesmas Jepang agar segera mendapatkan perawatan,” ujar Sri Suanti, Senin (13/2/2023)

Dia mengaku bersyukur karena semua dapat ditangani dengan baik dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit. Semuanya sudah pulang kerumah masing – masing dengan diantar para orang tua.

“Dari kejadian ini kemungkinan akan kami buat aturan untuk melarang PKL sekolah berjualan dilingkungan sekolah kami,” tegas Sri Suanti. (Roy Kusuma – RSK)   

About

You may also like...

Comments are closed.